Ada
salah satu karakteristik
yang membedakan trader berpengalaman yang mampu meraup keuntungan secara terus
menerus dengan
trader yang masih pemula yang penuh dengan harapan dan semangat untuk mendapatkan
keuntungan dari transksi forex.
Trader
pemula melakukan transaksi hanya berdasar pada intuisi dan tidak mempunyai sistem trading yang jelas. Sementara
trader yang sudah berpengalaman
mempunyai suatu sistem trading yang dikuasai
dan dia melakukan trading sesuai dengan sistem tersebut. Prinsip dasar pasar yaitu: beli saat harga rendah dan jual
saat harga tinggi. Prinsip ini memang sangat benar, akan tetapi
dalam forex sangat sulit untuk mengenali kapan ‘saat harga rendah’ atau ‘saat harga tinggi’ karena masing-masing trader
mempunyai anggapan tersendiri mengenai hal tersebut sehingga area tersebut
cenderung relatif. Nah
disinilah muncul kebutuhan akan perlunya mempunyai sistem trading yang baik.
Berdasarkan contoh di atas kami akan menyuguhkan sebuah
artikel Membangun sistem trading yang baik dengan 6
langkah.
1.
Kerangka Waktu (Timing)
Pertama yang perlu anda tentukan adalah: tipe trading yang seperti apa yang anda ingin jalani? Apakah daytrader (harian)
atau swing-trader (mingguan)? Dengan mengetahui tipe trading yang anda tentukan, anda bisa membuat kerangka waktu yang cocok dalam sistem trading.
2.
Pilih
indikator untuk mengidentifikasi trend.
Karena tujuan dari trading adalah
dengan bertransaksi searah dengan arah trend yang terjadi sehingga kita adalah mengetahui suatu trend seakurat mungkin, kita
harus memilih
indikator yang dapat memenuhi kebutuhan ini.
3.
Pilih indikator
yang dapat mengkonfirmasi trend
Dalam forex trading sering terjadi kondisi harga yang naik/turun secara mendadak tapi kemudian kembali lagi ke
level semula dengan mendadak juga. Seringkali gerakan seperti ini memunculkan sinyal trend palsu yang dapat mengecoh.
Kita dapat menghindari ini dengan
bantuan indikator lain yang berfungsi
untuk mengkonfirmasi sinyal trend yang muncul. Sehingga jangan pernah
menggunakan hanya 1 indikator saja, minimal gunakanlah 2 atau 3 indikator dalam
bertrading.
4.
Tentukan resiko yang siap anda
ambil.
Tentukan
berapa besar resiko kerugian yang anda ambil untuk setiap transaksi. Tidak banyak para trader yang mau berbercerita mengenai kerugian yang
mereka alami, kebanyakan trader
lebih suka berbicara soal keuntungan dan harapan besar meraup keuntungan dari trading. Tapi trader yang
baik selalu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang terjadi, termasuk juga kerugian. Dengan demikian trader dapat meminimalkan kerugiannya.
5.
Tentukan kapan sebaiknya masuk dan keluar dalam
bertransaksi
Tentukan
kapan anda melakukan transaksi dan kapan anda harus keluar untuk mendapatkan keuntungan yang
maksimal. Dan jangan ragu dalam mengambil keputusan karena segala resiko telah
Anda perhitungkan sebelumnya.
6.
Tuliskan sistem yang anda gunakan
dan praktekkan
Ini adalah langkah terpenting dalam membangun sistem transaksi trading anda. Tulis sistem yang
ingin digunakan dan lakukan sistem tersebut dengan teratur pada akun demo untuk membuktikan
bagaimana kemampuan dari sistem trading yang Anda bangun. Ini membutuhkan konsisten dan kesabaran. Temukan kelemahan
dari sistem yang Anda bangun karena tidak ada sistem trading yang sempurna dan
kemudian minimalkan kelemahan tersebut.
Jika anda tidak mau konsisten mengikuti sistem yang anda buat
sendiri, sistem apapun tidak akan memberikan profit buat anda. Sistem terbaik
sekalipun pasti membutuhkan waktu untuk dapat memberikan keuntungan.
Bagaimana menguji sistem anda?
Cara
tercepatnya
adalah dengan mendaftar pada broker forex dan mencoba sistem account demo.
Praktekkan sistem anda tersebut
sekurang-kurangnya selama 3-6 bulan. Lalu lakukan evaluasi jika terjadi kegagalan karena kesalahan anda.
Demikianlah cara Membangun sistem trading yang baik, Semoga dapat
memberikan manfaat, khususnya bagi para trader pemula.

No comments:
Post a Comment