Bollinger Band adalah indikator yang wajib dipahami oleh para
trader di dunia. Sebaiknya para trader memahami
pergerakan Bollinger Band sebagai dasar pengambilan keputusan transaksi. Besar kemungkinan
bagi trader yang memahami Bollinger Band untuk mendapatkan keuntungan yang
konsisten karena Bollinger Band merupakan salah satu trend indikator yang
lumayan ampuh dalam mengenali trend dan perubahannya.
Bollinger bands dapat digunakan sebagai indikator yang berfungsi sebagai alat pengukur
volatilitas pada pasar. Tingkat Votalitas adalah tingkat keadaan pasar baik sepi atau ramai sehingga jika pasar dalam keadaan sepi maka disebut volatilitas rendah dan begitu pula sebaliknya. Tujuan dari pengukuran volatilitas adalah untuk membangun
strategi yang tepat dalam menghadapi pasar forex baik dalam keadaan ramai maupun sepi. Karena indikator
ini berkaitan erat dengan tingkat keramaian pasar, maka secara otomatis
indikator ini juga berkaitan erat dengan volume. Sehingga agar mendapatkan hasil yang maksimal indikator volume sangat baik di padukan dengan
indikator bollinger bands.
Selain berfungsi
sebagai alat pengukur volatilitas pada pasar, indikator bollinger bands juga
digunakan sebagai support dan resistance dinamis. Karena itulah harga pada
grafik yang dihasilkan akan cenderung untuk kembali ke posisi tengah band itu.
Dibawah merupakan ini cara memahami pergerakan Bollinger Band sebagai berikut :
.
Normal
Bollinger band dikatakan stabil jika lebar pita bollinger cenderung
sama. Mendatar tapi tidak menyempit, atau miring di bawah 45 derajat.
Pada kondisi ini para trader sebaiknya menggunakan strategy
scalping.
2. Persiapan Break
Bollinger band cenderung menyempit atau mendatar. Kondisi ini
kemungkinan disebabkan karena market sepi, atau antara penjual dan pembeli
sedang menuggu.
Strategy yang cocok adalah traping atau jebakan.
3. Break
Terjadi ketika pita bollinger atas dan bawah melebar jauh. Ini
dikarenakan transaksi sedang ramai.
Para Trader sebaiknya menggunakan strategy breakout.
4. Normalisasi
Break
Terjadi ketika pita bollinger searah sesuai trend. Kondisi ini
untuk menguji keseimbangan sebuah trend.
Dalam kondisi ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, lebih baik
menunggu.
5. Penutupan Break
Dalam kondisi ini pita akan menyempit, arah market berlawanan dengan
trend.
Sebaiknya para trader tetap menunggu.
Bollinger bands memiliki 3 entry point yaitu entry point untuk melancarkan strategy buy bottom sell top, entry point strategy brakeout, dan entry point strategy koreksi. Maksud dari strategy buy bottom sell top adalah penjualan atau pembelian yang dilakukan ketika berada di ujung trend. Kemudian, entry point strategy brakeout adalah keadaan dimana bands akan mengalami pelebaran yang disertai peningkatan volume akibat grafik yang menembus support atau resistance yang dibentuk oleh bollinger ands itu sendiri dan terakhir, entry point strategy koreksi adalahkeadaan dimana grafik menyentuh atau mendekati garis band yang berada ditengah setelah terjadi trend panjang.
Demikianlah petunjuk singkat dalam memahami penggunaan dari Bollinger
band dengan benar dalam trading forex Anda. Semoga bermanfaat bagi Anda.
Description: Bollinger Bands Sebagai Indikator Pengambilan Keputusan Trading
Rating: 4.5
Reviewer: minus -
ItemReviewed: Bollinger Bands Sebagai Indikator Pengambilan Keputusan Trading

No comments:
Post a Comment